Petroleos Mexicanos, perusahaan minyak milik negara Meksiko pada 2 Juli, Jumat mengatakan bahwa kebakaran terjadi di Teluk Meksiko karena retakan pada pipa gas bawah laut. Kobaran api yang disebabkan oleh api terlihat di permukaan perairan teluk. Api yang berwarna jingga cerah itu menyerupai lava cair karena bentuknya yang melingkar.



Untuk memadamkan api dan mengendalikan api, Petroleos Mexicanos yang dikenal sebagai Pemex telah mengirim kapal pengendali kebakaran untuk melepaskan lebih banyak air di atas api. Tidak ada korban manusia yang dilaporkan di lapangan lepas pantai Ku-Maloob-Zaap seperti yang dilaporkan oleh perusahaan.

Teluk Meksiko – Kebakaran Tertangkap Bawah Laut karena Pipa Gas Pecah





Butuh lebih dari lima jam untuk mengendalikan situasi yang terjadi 150 yard dari platform pengeboran yang merupakan salah satu yang paling penting dan kritis bagi perusahaan. Sesuai laporan dari Reuters, Nitrogen juga digunakan untuk memadamkan api.

Belum dapat dipastikan secara pasti kerusakan lingkungan akibat kebocoran gas dan bola api samudera. Wartawan dari Meksiko melaporkan insiden tersebut dengan membagikan video di platform media sosial seperti Twitter dan Facebook yang menjadi viral dalam waktu singkat dan telah dilihat oleh lebih dari 10 juta pengguna. Ada reaksi aneh atas kejadian ini di media sosial karena beberapa penonton bingung dan yang lain khawatir.



Rekaman menakutkan dari Teluk Meksiko menunjukkan kepada dunia bahwa pengeboran lepas pantai itu kotor dan berbahaya, tulis Miyoko Sakashita, direktur program kelautan, pengacara senior yang bekerja untuk Pusat Keanekaragaman Hayati. Dia juga menambahkan, Kecelakaan mengerikan ini akan terus merusak Teluk jika kita tidak menghentikan pengeboran lepas pantai untuk selamanya.

Api yang bermula pada pukul 05.15 WIB dini hari itu berhasil dipadamkan pada pukul 10.30 WIB dan tidak berdampak pada produksi dari proyek tersebut. Perusahaan mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki akar penyebab masalah dan akan mengambil tindakan pencegahan. Ku Maloob Zaap mengajukan kontribusi lebih dari 40% dari output harian sekitar 1,7 juta barel.

Dave Anthony, seorang podcaster Amerika menyebutkan dalam tweetnya bahwa Jangan pernah dalam hidup Anda melupakan saat manusia membakar lautan dan kemudian mencoba memadamkannya dengan menyemprotkan air ke atasnya.